Sepucuk Suratku Untuk Ibu
Sepucuk
Suratku Untuk Ibu
Assalamu’alaikum
Warahmatullah Wabarakatuh
Bismillah..
Hari ini langitnya cerah yah, sama seperti
impianku kedepan untuk mencerahkan langkah yang mulai tertutup kumpulan
kabut-kabut yang sedikit mengganggu pandanganku. Saat ini diriku bak air yang
mengalir saja, mengikuti derasnya hidup dari hulu menunju hilir tanpa tau
dibagian mana aku akan berhenti. Tapi entahlah, setiap kali aku ingin berpikir
jernih akan sesuatu hal, selalu saja pikiranku tak tenang, fokusku selalu saja
terbagi. Yah masih tentangmu Ibu, tentangmu yang sudah beberapa tahun lalu
mendahuluiku, menemui sang pencipta. Apa Kabar ibu?? (Kalimat Tanya ini yang
selalu mengganggu pikiranku). Apakah dirimu baik-baik saja disana? Aku rindu
pelukmu, aku rindu nasehatmu, dan yah aku rindu berbagi cerita denganmu. Ibu
usiaku semakin bertambah, pola pikirku tentang hidup sudah mulai berubah.
Engkau pasti tahu bu’ bahwa saat ini aku tak lagi ingin menyebut nama siapapun
untuk menjadi pendampingku kelak, aku hanya ingin siapapun yang dikehendaki
Tuhan dialah bagian dari proses doaku yang terkabulkan.
Tapi ibu, andai saja saat ini kau masih ada di
sisihku, pasti hatiku tidak akan serapuh sekarang, harapanku pupus, aku jatuh
cinta bu’ tapi rasa itu menyakitkan. Mungkin saja rasaku hanya berlandaskan
nafsu ingin saja, aku tak benar-benar jatuh cinta karena allah, Rasa ini
mungkin hanya sebatas suka atau kagum saja atau bahkan rasa nyaman yang salah
alamat. Ibu, banyak cerita yang telah aku lewati tanpa hadirmu, banyak Tanya
yang telah aku jawab sendiri tanpa bantuanmu, dan kau tau bu’ telah banyak
masalah yang aku berhasil mencarikan solusinya tanpa nasehatmu. Ibu aku telah
mandiri sekarang, aku jauh lebih dewasa saat ini. Juga anak laki-lakimu si
bungsu kini telah beranjak dewasa, bahkan lebih baik dari pribadi yang kau
tinggalkan dahulu. Ibu anakmu merindumu, andai saja diberi kesempatan sekaaaaali
lagi, aku hanya ingin memeluk ibu seerat mungkin, aku ingin menumpahkan segala
keluh kesahku di pundakmu ibu. Demi allah aku merindukanmu bu’.
Kepergianmu telah mengajarkan aku banyak hal,
bahwa segala yang ada di dunia ini tidaklah kekal adanya. Semua hanyalah
titipan, sama seperti hidupku. Suatu saat akupun pasti akan menyusulmu ibu,
juga ayah dan saudara-saudara yang lain, kita akan bertemu di akhirnya nanti
bu’ dan aku berharap kita dapat berkumpul kembali dengan keadaan yang lebih
baik dan kekal dalam perhitungan takdir Tuhan.
Ibu hanya doa yang selalu saja ku panjatkan ikhlas
dalam sujudku, doa agar dirimu diberkahi ampunan dan dilapangkan tempat
peristrahatanmu yang sementara itu. Doa tulusku mengalir lirih bahkan terkadang
di sepertiga malam aku selalu saja terbangun, yang mungkin itu sebagai isyarat
bahwa allah ingin aku berdoa padanya meminta perlindungan untukmu bu’. Tapi
maaf isyarat itu kadang aku abaikan karena rasa takut dan haluku yang terlalu
tinggi dan kau tau itu ibu.
Ibu aku tak menyesali apapun saat kepergianmu, aku
tak ingin meratapi dan mengingat kenangan tentangmu, karena aku tau sekuat
apapun aku berharap kau tidak akan pernah lagi untuk kembali. Dan aku berjanji
bu’ aku akan menjadi pribadi yang selalu kau banggakan, juga akan menjaga
sibungsu dengan caraku sendiri, walau aku tau dia lebih hebat dariku, dan aku
yakin sejak kau pergi banyak hikmah yang dia temui dan memberikan hidayah
untuknya sehingga menjadi pribadi yang kau banggakan juga keluarga saat ini.
Terima kasih ibu, sudah menjadi orangtua terbaik dalam hidupku, terima kasih
sudah menjagaku walau tanpa bertemu fisik, tapi aku yakin engkau melihatku dari
jauh. Semoga rinduku sampai jannahmu ibu, semoga rinduku akan selalu menggema
di langit-langit barzahmu ibu. Walau aku sadar salah satu kunci syurgaku tak
bisa lagi aku lihat, tapi aku yakin apa yang allah berikan saat ini adalah yang
terbaik untuk diriku. Semoga ibu selalu dalam pengampunan dan perlindungan
allah SWT. Aamiin ya rabbal’alamin
Dari anakmu : #Ayu
RAIN…DUUUU
Ada sebongkah rasa yang selalu saja mengganggu
hati dan pikiranku saat hujan mulai turun, ada rindu yang begitu sulit aku
ungkapkan, ada rindu yang tak bisa aku jabarkan, bagaimana tidak, rindu itu
untukmu ibu. Sosok yang telah meninggalkanku beberapa tahun yang lalu. Berharap
engkau kembali itu hal mustahil bu’, aku tau rindu ini menyiksaku, aku tau
rindu tanpa bertemu itu sangat menyakitkan. Tapi kau tau bu’ hanya dengan
merindumu aku merasa masalahku mengalir bersama deraian air mata yang membasahi
sudut pipiku, menangis dengan sedikit lirih suara itu benar-benar menyesakkan
dadaku bu’, aku ingin berteriak sekencang-kencangnya “IBUUUUUUU AKU RINDU”.
Waktu sangat cepat berlalu, waktu dimana engkau menjadi tempatku mengadu rasa
suka dan tangis itu terasa begitu singkat. Ibu aku mungkin terlihat sangat
menyedikan saat hujan turun, engkaupun tau bu’ bahwa hujan membuatku
mengingatmu lebih dari biasanya. Aku merasa seolah-olah hujan membuatku semakin
buruk saja dalam merindumu bu’. Teringat kala itu engkau duduk merenung
meneteskan air mata, entah sakit atau juga merasa tak berdaya atas sikap
sibungsu yang keras kepala saat itu, aku menjadi saksi tangismu ibu, kelak di
yaumil akhir akan ku ungkapkan pada Tuhanku bahwa engkau adalah malaikat
terhebatku. Engkau korbankan banyak waktumu untuk melihat sibungsu (Apin)
bahagia.
Ibu…masih melekat dibenakku, saat-saat dimana aku
menelusuri perjalanan ditengah derasnya hujan mencari dan membawa pulang
sibungsu yang kala itu pergi entah kemana, kau tau bu’ hatiku hancur saat itu,
betapa tidak. Engkau korbankan nyawa untuk berjuang agar anak-anakmu bisa
mengenal dunia. Dan ketika sudah beranjak dewasa yang kau dapatkan adalah
perlawanan dari anakmu sendiri. Aku tau kau benar-benar tak berdaya saat itu,
aku lihat dari pelupuk matamu yang sudah basah, kau hujani wajahmu dengan
deraian air mata, sama seperti hujan yang tak jua berhenti waktu itu. Ibu
maafkan aku yang belum sempat membahagiakanmu hingga kau pergi untuk selamanya.
Aku berjanji bu’ aku akan menjaga sibungsu dengan semampuku, aku tidak akan
membuatnya marah, sedih dan lainnya. Aku akan menuruti semua permintaannya jika
ku pikir itu bisa membuatmu tersenyum bahagia disana, karena hanya dengan
begitu aku dapat berbuat baik untukmu ibu.
Baik-baik disana yah bu’, jika allah berkehendak
aku ingin kelak kita akan berkumpul di jannahnya..Aamiin
Komentar
Posting Komentar